2 Apr 2017

Blunder Anies: Tweet Mengenai Angkutan Umum Malah Membuat Netizen Berterima Kasih ke Ahok



Anies juga masuk ke dunia anak muda melalui medsos

Liputan855 , Nasional  - Ketika Anies menggunakan sosial media dan mau menunjukkan jiwa anak muda, justru banyak netizen yang melihat bahwa Anies tidak memiliki jiwa dan soul untuk melakukan hal ini. Banyak blunder-blunder yang dikerjakan Anies dan timsesnya melalui sosial media. Alih-alih mencari dan mendulang suara dari netizen, mereka justru secara tidak langsung menjadi tim sukses dari pasangan Ahok Djarot.

Pendukung Ahok Djarot lebih kreatif dan inovatif ketimbang pendukung Anies Sandi

Pasangan Ahok Djarot lebih didukung oleh orang-orang muda yang cerdas dan melek teknologi. Lihat saja Ahok Show yang ditayangkan di seluruh channel media sosialnya sebagai sebuah bentuk memperkenalkan diri mereka ke ranah publik, khususnya orang-orang muda. Banyak sekali dukungan yang mengalir.

Cuitan Anies yang “mendukung” Ahok

Melihat cuitan dari Twitter @AniesBaswedan mengenai transportasi umum, membuat saya tergelitik untuk melihat balasan-balasan yang muncul. Namun melihat balasan-balasan yang muncul dari netizen kebanyakan justru berterima kasih kepada Pak Ahok dan Pak Djarot, membuat saya iba dan kasihan kepada Anies. Mengapa ia justru menggembosi suaranya dengan pertanyaanya tersebut?

Respon Netizen terhadap cuitan Anies

Respon-respon yang berdatangan sangat bervariasi, namun satu tujuan, yakni mengucapkan terima kasih karena Pak Ahok sudah mereformasi transportasi Jakarta dengan menambahkan fitur-fitur baru TransJakarta yang dimulai dari zaman Bang Yos dan Fauzi Bowo. Ahok memang bukan pencetus pertama dari TransJakarta. Namun pekerjaan Ahok di dalam mengefektifkan jalur, mempertegas penggunaan jalur busway bukan untuk kendaraan pribadi dan lain-lain, membuka banyak koridor menjadi hal yang tentu harus kita acungi jempol dan kita akui keberhasilannya.

Konsep TransJakarta yang direvolusi oleh Ahok Djarot



Sebagai pendukung yang melek, tentu kita akan berbicara apa adanya, Pak Ahok bukan pencetus ide busway. TransJakarta yang awalnya dimulai dari zaman pemerintahan Bang Yos dan Fauzi Bowo memang terbukti efektif mengurangi kemacetan, namun hanya sedikit. Tindakan-tindakan yang dikerjakan Ahok membuat apa yang bang Foke canangkan menjadi berbeda dari konsep awal.

TransJakarta, tidak sekadar mengurangi kemacetan namun membangun peradaban baru..

TransJakarta bukan lagi sebagai sarana mengurangi kemacetan, namun konsep TransJakarta yang ditawarkan Ahok Djarot menjadi sebuah platform perubahan kebudayaan warga Jakarta di dalam mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

Pembentukan kebudayaan tidak mungkin bisa ditiru oleh pasangan calon Anies Sandi, karena ini melibatkan kepercayaan publik. Sementara ini kita melihat kepercayaan publik kepada Ahok Djarot jauh di atas Anies Sandi.



Berikut komentar-komentar selentingan yang dikeluarkan dari para netizen..
@anggiie_gie

alhamdulillah pak, 1x aja. Adem, wangi, cuma 3500. Kalo Lari kyk suruhan wakil bapak, sampe kantor saya mirip sayur asin
@YoyokWaluyo56

Alhamdulillah Pak, ga ribet gonta ganti angkot sjak Ahok Gubernur nya, pa lg sbentar lg MRT jadi.Thanks Pak Presiden & Ahok
@trialogy

Sekarang cukup 1x, tambah nyaman setelah ada Transjakarta khusus perempuan yg bersih & lega. Terima kasih pak @basuki_btp!
@gwrangerbiru

alhamdulillah cm sekali naik busway turun depan kantor. Makasih pak Ahok
@MulyoWidodo19

Pak Anis sukanya main teka-teki, seperti programnya juga penuh teka-teki.

Sebenarnya masih banyak lagi respon-respon dari netizen yang justru berterima kasih kepada Pak Ahok yang sudah mengefektifkan TransJakarta selama ini. Bukan hanya memperbanyak bus dan memperbanyak trayek, namun TransJakarta dibuat sedemikian rupa sehingga ramah terhadap perempuan, orang-orang disabilitas, dan memiliki informasi yang sangat detail dan jelas di setiap haltenya.

Jadi, sebenarnya usulan angkot Rp5.000,00 yang digagas oleh Anies Baswedan dan Sandiaga Uno merupakan ide bunuh diri (suicide idea) di dalam memecahkan masalah transportasi. Mikrolet yang tidak ada jalur, ugal-ugalan, dan tidak jelas mekanisme perekrutan supir, menjadi program bunuh diri Anies Sandi. Jika ide Pak Ahok dan Pak Djarot tentang transportasi TransJakarta lebih baik dan murah, mengapa kita harus memilih Anies Sandi yang idenya masih belum jelas, mahal, dan jelek?

Betul kan yang saya katakan?
Share:

Blog Archive

klasmen